Kamis, 07 Juni 2012

Nias Banjir Durian

Nias sedang banjir durian , maksudnya apa ya..??
Musim durian sudah tiba, di jalan-jalan banyak sekali penjual durian. dari kampung-kampung mulai berdatangan orang membawa durian untuk di jual di kota atau di pasar.

Hari kehari harganya semakin turun. Hari pertama musim durian di Nias harga durian masih tinggi yaitu berkisar antara  Rp10.000/buah sampai Rp15.000./buah.
Sekarang hari kelima musim durian harga durian sudah mulai turun. Hari ini kami bisa membeli satu buah durian dengan harga Rp 1200,-. Bukan tidak mungkin kalau saja musim durian kali ini cukup lama , maka harga durian bisa mencapai Rp 800,-/buah

Saat Nias banjir durian seperti ini, kami biasanya bukan hanya membuat dodol durian tetapi juga kami menambah beberapa fariasi snack yang menggunakan bahan daging buah durian.

Dimana-mana tercium harumnya buah durian. bagi pencinta makanan buah durian saat seperti ini merupakan saat dimana dia bisa puas memakan buah durian. namun bagi mereka yang kurang suka memakan buah durian jika datang musim seperti ini membuat kepala mereka menjadi pusing.
Untung kami sekeluarga merupakan pencinta buah durian, sehingga kalau musim durian tiba , kami sambut dengan gembira.

Dengan datangnya musim durian berarti acara memasak dodol durian dijalankan.
Tapi sayang, apabila musim durian begini biasanya bukan hanya durian yang melimpah tapi para pemungut liar pun semakin banyak. Berbagai macam alasan mereka datang. Ceritanya sih meminta sumbangan untuk ini itu, atau tiba- tiba ada datang petugas yang memeriksa segala macam fasilitas kerja di rumah kami.
Bahkan kami beberapa kali kedatangn tamu yang mengaku sebagai wartawan yang ujung-ujungnya minta duit.
Padahal kalau tidak salah , kalau seorang datang mewawancara atas keinginan dan keperluan mereka seharusnya kami tidak di pungut biaya apa-apa. Kecuali kami sendiri yang mengajukan untuk di wawancara atau di shooting. Dan kami punya hak untuk menolak kedatangan mereka.
Kalau kami nilai mereka tidak jauh dari seorang pemalak saja.

Begitulah suka duka kami bila musim durian tiba dan acara memasak dodol berjalan.
 







Tidak ada komentar:

Posting Komentar